Rokan Hulu – Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dikenal luas bukan hanya sebagai “Negeri Seribu Suluk” yang kaya akan budaya, namun juga merupakan salah satu lumbung perekonomian terbesar di Provinsi Riau yang berbasis pada komoditas kelapa sawit. Kekayaan alam yang melimpah ini kini menjadi perhatian serius dan sorotan tajam dari Pemerintah Daerah untuk dikelola secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat.
Bupati Rokan Hulu, Anton ST MM menegaskan bahwa potensi ekonomi di daerah ini sungguh luar biasa besar. Berdasarkan data dan kondisi riil di lapangan, Rohul memiliki ekosistem industri perkebunan yang sangat kuat dan matang.
“Kita patut bersyukur, karena di bumi Rohul ini terdapat kekuatan industri yang sangat masif. Tercatat ada sekitar 50 hingga 56 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi secara aktif di wilayah kita. Ini adalah aset berharga yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,” kata Bupati Anton saat berbincang dengan awak media diujung telepon, Selasa (21/4).
Mewujudkan Nilai Tambah Melalui Hilirisasi
Menurutnya, keberadaan puluhan pabrik tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan dari potensi pendapatan daerah yang sangat besar jika dikelola dengan kebijakan yang tepat dan visioner. Pemerintah daerah tidak hanya ingin berhenti pada tahap produksi mentah, namun berambisi untuk melangkah lebih jauh ke ranah industri yang lebih tinggi nilainya.
“Kami berharap adanya dukungan dan perhatian yang lebih besar untuk mendorong program hilirisasi industri kelapa sawit. Hilirisasi adalah kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk daerah, menyerap tenaga kerja lebih banyak, serta memutar roda ekonomi lokal secara lebih luas dan berkelanjutan,” paparnya panjang lebar.
Ia menekankan bahwa dengan adanya hilirisasi, produk yang dihasilkan tidak lagi dalam bentuk bahan mentah atau Crude Palm Oil (CPO) semata, tetapi dapat diolah lebih lanjut menjadi produk turunan yang harganya jauh lebih kompetitif di pasar global.
Peran Vital BUMD sebagai Mitra Strategis
Lebih jauh lagi, tokoh politik yang dikenal tegas dan visioner ini juga menyoroti pentingnya peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Pusat Pengembangan Usaha Daerah (Pusda). Menurutnya, kehadiran BUMD harus lebih getol didorong agar tidak hanya menjadi simbol, melainkan menjadi pemain utama dan mitra strategis dalam setiap sendi pembangunan ekonomi.
“Kami menginginkan agar BUMD dapat terlibat secara langsung dan nyata sebagai mitra usaha yang dipercaya. Pelibatan BUMD dalam rantai ekonomi daerah, khususnya yang berkaitan dengan industri sawit ini, akan menjadi salah satu cara paling efektif untuk menggali dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan,” tegasnya.
Bupati Anton meyakini, jika potensi alam yang luar biasa ini disandingkan dengan manajemen yang profesional dan didukung oleh kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat, maka masa depan keuangan daerah Rokan Hulu akan semakin kokoh, mandiri, dan sejahtera.
“Mari kita kelola kekayaan ini dengan bijak, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat, dari pelosok desa hingga ke kota, dan menjadikan Rohul sebagai daerah yang benar-benar maju, makmur, dan bermartabat,” pungkasnya penuh harap.


























