Tak Ikuti Jejak Ayahnya di Dunia Hiburan, Putra Dono Warkop Jadi Ahli Teknik Nuklir di Swiss

Tak Ikuti Jejak Ayahnya di Dunia Hiburan, Putra Dono Warkop Jadi Ahli Teknik Nuklir di Swiss

JAKARTA || SuaraJurnal.com — Nama besar mendiang Dono Warkop dikenal luas masyarakat Indonesia sebagai salah satu komedian legendaris. Namun, di balik popularitas sang ayah di dunia hiburan, putranya, Damar Canggih Wicaksono, justru memilih jalur kehidupan yang berbeda.

Damar menekuni dunia akademik dan teknologi, khususnya bidang teknik nuklir. Pilihan tersebut membawanya menempuh perjalanan pendidikan hingga ke Eropa dan membangun karier di Swiss.

Perjalanan akademik Damar dimulai di Indonesia. Ia menempuh pendidikan sarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menyelesaikan studi teknik nuklir pada 2009 dengan predikat cum laude.

Tidak berhenti pada pendidikan sarjana, Damar kemudian melanjutkan studi ke Swiss pada 2010. Ia menempuh pendidikan magister di École polytechnique fédérale de Lausanne (EPFL) dengan bidang studi yang masih berkaitan dengan teknik nuklir.

Setelah memperoleh gelar master, Damar melanjutkan pendidikan doktoral di institusi yang sama. Perjalanan panjang tersebut akhirnya membawanya menyelesaikan pendidikan doktor pada 2018.

Pilihan Damar untuk menekuni bidang teknik nuklir menjadi kontras dengan profesi sang ayah yang dikenal sebagai pelawak dan anggota grup Warkop DKI.

Meski demikian, dunia pendidikan bukan sesuatu yang asing dalam keluarga Dono. Di luar kiprahnya sebagai komedian, Dono juga dikenal memiliki latar belakang akademik dan pernah menjadi dosen di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia (UI).

Semangat akademik tersebut kemudian tampak diteruskan Damar melalui jalur yang berbeda. Jika sang ayah dikenal melalui dunia seni dan komedi, Damar memilih bidang sains dan teknologi yang menuntut pendidikan serta penelitian secara mendalam.

Setelah menyelesaikan pendidikan doktoralnya, Damar kemudian meniti karier di Swiss dan berkecimpung dalam bidang yang berkaitan dengan teknologi nuklir.

Kisah perjalanan Damar menjadi gambaran bahwa nama besar keluarga tidak selalu harus diteruskan melalui profesi yang sama. Ia memilih jalannya sendiri dengan membangun karier melalui pendidikan, penelitian, serta keahlian di bidang teknologi nuklir.

Perjalanan tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana pendidikan dapat membuka jalan bagi seseorang untuk berkiprah di tingkat internasional, meski harus ditempuh jauh dari tanah kelahiran dan keluarga.

Website : SuaraJurnal.com

Penulis : Seprial Azwar

Editor : Herpin Fascher

👁️Artikel ini telah dibaca: 25 kali
© Copyright 2026, All Rights Reserved | Suarajurnal.com

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *