Rokan Hulu – Suasana berbeda terlihat di halaman Pasar Modern Pasir Pengaraian, Jumat (17/4/2026) pagi. Di tengah aktivitas pasar yang biasanya dipenuhi transaksi ekonomi, lantunan doa menggema dalam kegiatan Syukuran dan Doa Bersama yang digelar Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.
Bupati Rokan Hulu, Anton, hadir langsung bersama masyarakat, jajaran pejabat daerah, serta sejumlah tokoh penting. Kegiatan ini menjadi simbol ikhtiar spiritual setelah berbagai upaya teknis yang dilakukan pemerintah daerah belum membuahkan hasil maksimal.
Dalam sambutannya, Anton secara terbuka mengungkapkan bahwa berbagai langkah strategis telah dilakukan, termasuk negosiasi dengan sejumlah investor untuk menghidupkan kembali Pasar Modern Pasir Pengaraian. Namun, upaya tersebut masih menemui jalan buntu.
“Secara pribadi bersama direktur, kami sudah berulang kali melakukan negosiasi dan membawa calon investor, namun hasilnya selalu mentok,” ujarnya.
Menurut Anton, kondisi tersebut menjadi bahan refleksi bagi pemerintah daerah. Ia menilai, selain usaha konkret, diperlukan pendekatan spiritual untuk membuka jalan keluar.
“Mungkin ada kekhilafan dari pemerintah atau kesalahan manajemen yang tidak kita sadari. Karena itu, kita kembali bersyukur dan memohon kepada Allah SWT agar semua hambatan ini bisa terbuka,” tambahnya.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua DPRD Rohul Sumiartini, Pj Sekda Rohul Yusmar, Ketua Baznas Rohul Baihaqi, Rektor Rokania Desmelati, unsur TNI/Polri, serta jajaran Perumda Rokan Hulu Jaya (RHJ) dan masyarakat setempat.
Kebersamaan semakin terasa saat kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Momentum ini memperlihatkan sinergi dan harapan bersama untuk menghidupkan kembali pasar sebagai pusat ekonomi rakyat.
Direktur Perumda RHJ, Imran Tambusai, turut menyampaikan optimisme terhadap masa depan perusahaan daerah tersebut. Ia menyebutkan bahwa RHJ kini mulai melakukan diversifikasi usaha ke berbagai sektor produktif.
Beberapa unit usaha yang tengah dikembangkan antara lain Batik Rohul sebagai bagian dari pelestarian budaya, layanan jasa PIC sepeda motor, serta program Rohul Pangan Mandiri yang segera diluncurkan.
“Tujuan usaha pangan ini untuk menekan inflasi dan memutus rantai monopoli harga di Rohul. Kami berencana menggelar pasar murah setiap minggu di desa dan kecamatan,” jelas Imran.
Meski menghadapi tantangan dalam pengelolaan pasar modern, Imran menegaskan bahwa secara finansial Perumda RHJ menunjukkan kinerja positif dalam setahun terakhir.
Ia berharap Pasar Modern Pasir Pengaraian dapat menjadi ikon strategis daerah yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga menjadi pusat perdagangan yang aktif dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Dengan digelarnya doa bersama ini, masyarakat Pasir Pengaraian kini menaruh harapan baru. Mereka berharap pasar modern tersebut kembali hidup dan menjadi motor penggerak kesejahteraan pedagang serta kemudahan bagi para pembeli.


























