Labusel – Peredaran gelap narkotika jenis sabu-sabu di Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), kini telah mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan dan mengancam keamanan warga. Menyikapi situasi yang kian darurat ini, masyarakat menaruh harapan besar sekaligus menuntut Kapolres Labusel yang baru menjabat, AKBP Rosef Efendi, SIK, MH, CPHR, untuk segera turun tangan memimpin operasi pemberantasan secara total tanpa pandang bulu.
Warga secara terbuka membeberkan nama-nama yang diduga kuat menjadi aktor utama peredaran sabu di wilayah tersebut dengan pemetaan jaringan yang sangat jelas. Di Desa Aek Batu, terdapat satu jaringan terorganisir yang dipimpin langsung oleh Robert. Dalam menjalankan aksinya, Robert mengomandoi Dedi (beralamat di Dusun Cinta Makmur Gang Mutiara, Desa Aek Batu), sedangkan Pijai (beralamat di Dusun Asahan, Desa Aek Batu) diketahui kerap mengendalikan transaksi dan peredaran barang haram tersebut langsung di area perkebunan kelapa sawit.
Sementara itu, nama-nama dari desa lain ditegaskan sama sekali tidak terlibat dalam kelompok pimpinan Robert tersebut. Mereka merupakan jaringan terpisah yang beroperasi secara mandiri di wilayah masing-masing, yakni Oki Firmansyah dan Ilham di Afdeling 7 Pir Desa Aek Raso, serta Aan Rambe di Desa Beringin Jaya.
Masyarakat mengungkapkan bahwa aktivitas ilegal yang dijalankan oleh para pelaku di desa masing-masing sebenarnya sangat mudah untuk ditindak oleh aparat penegak hukum karena lokasi transaksinya sudah menjadi rahasia umum. Namun, warga menyayangkan sikap Polsek Torgamba yang terkesan tutup mata dan membiarkan aktivitas ilegal tersebut terus berlangsung tanpa ada tindakan nyata.
Kondisi ini memicu dugaan kuat di tengah masyarakat bahwa bisnis haram para bandar ini sengaja dipelihara dan berjalan mulus karena dilindungi oleh bekingan kuat dari oknum berpengaruh.
Dampak dari pembiaran lintas desa ini dinilai telah merusak moral generasi muda dan memicu lonjakan aksi kriminalitas, khususnya pencurian buah kelapa sawit milik petani lokal yang kian merajalela akibat ketergantungan narkoba. Warga merasa ruang hidup mereka tidak lagi aman akibat transaksi sabu yang terjadi secara bebas dan terang-terangan.
Oleh karena itu, masyarakat menegaskan bahwa kehadiran AKBP Rosef Efendi, SIK, MH, CPHR sebagai pimpinan baru di Polres Labusel menjadi ujian penting atas komitmen institusi kepolisian. Warga menuntut Kapolres baru berani bersikap tegas, mengevaluasi kinerja jajaran Polsek Torgamba yang dinilai pasif, serta menindak seluruh jaringan tersebut dengan mendobrak benteng perlindungan dari oknum berpengaruh mana pun demi membersihkan wilayah Torgamba dari belenggu narkoba. (Tim)

























