ROKAN HULU – Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Cabang Rokan Hulu mendesak Bupati Rokan Hulu untuk segera melakukan evaluasi terhadap Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra). Desakan tersebut disampaikan menyusul penilaian PJI bahwa kinerja Bagian Kesra dalam beberapa tahun terakhir belum mampu meningkatkan prestasi daerah, khususnya pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau.
Ketua PJI Rokan Hulu, Sudirman, mengatakan capaian Kabupaten Rokan Hulu pada MTQ Provinsi Riau dalam beberapa tahun terakhir dinilai belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa sistem pembinaan terhadap qari dan qariah daerah perlu dievaluasi secara menyeluruh.
“Kami meminta Bupati segera mengevaluasi Kabag Kesra. Prestasi MTQ Rokan Hulu selama beberapa tahun terakhir tidak menunjukkan peningkatan yang berarti. Harus ada pembenahan agar pembinaan berjalan lebih maksimal,” ujar Sudirman.
Selain menyoroti capaian prestasi, PJI juga mengkritisi mekanisme seleksi peserta MTQ tingkat kabupaten yang dinilai belum berjalan secara objektif dan transparan. Organisasi tersebut mengaku menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait adanya peserta berpotensi yang tidak lolos seleksi tanpa penjelasan yang memadai.
PJI menilai kondisi tersebut berpotensi menghambat lahirnya peserta terbaik yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Rokan Hulu pada ajang MTQ tingkat provinsi.
Sebagai contoh, PJI menyebut sejumlah putra-putri asli Rokan Hulu justru berhasil meraih prestasi ketika mewakili daerah lain. Di antaranya, Hasbi Asidiki Nasution, warga Tingkok, yang disebut tidak lolos seleksi di Rokan Hulu, namun berhasil meraih Juara II Cabang Murottal Putra saat mewakili Kabupaten Rokan Hilir pada MTQ Provinsi Riau.
Selain itu, Wafiz Azizah Siregar, putri asli Rokan Hulu, juga berhasil meraih Juara I Cabang Tilawah Al-Qur’an Dewasa Putri saat memperkuat Kota Pekanbaru pada ajang yang sama.
Menurut PJI, keberhasilan putra-putri asli Rokan Hulu di daerah lain menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah, khususnya terhadap sistem pembinaan dan proses seleksi peserta MTQ. PJI berharap pembinaan ke depan lebih mengedepankan kualitas, transparansi, serta memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta yang memiliki kemampuan terbaik.
“Kami berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi secara menyeluruh agar potensi qari dan qariah asli Rokan Hulu tidak lagi terabaikan. Sistem seleksi harus benar-benar profesional dan mengutamakan kualitas,” tegas Sudirman.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Rokan Hulu belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik dan desakan evaluasi yang disampaikan PJI Rokan Hulu. Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu juga belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai tuntutan tersebut.


























