TELUK KUANTAN — Suasana hangat menyelimuti kediaman kafilah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Kuantan Singingi, Minggu pagi (28/6/2026). Di tengah lelah usai menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XLIV tingkat Provinsi Riau, rombongan pemimpin Negeri Seribu Suluk justru memilih tidak langsung pulang.
Pintu rumah pemondokan itu terbuka, menyambut kehadiran Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, yang datang memboyong kehangatan keluarga. Didampingi Ketua TP PKK, Ny. dr. Yeni Dwi Putri, dan Wakil Bupati, H. Syafaruddin Poti, SH, MM, kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan formalitas pejabat negara, melainkan bentuk dukungan moril seorang ayah kepada anak-anaknya yang bersiap maju ke medan laga.
Di dalam ruangan yang bersahaja itu, obrolan mengalir santai namun sarat makna. Dr. Yeni Dwi Putri, dengan naluri medis dan keibuannya, tak lelah mengingatkan para qari dan qariah untuk menjaga kesehatan fisik. Di tengah cuaca kompetisi yang ketat, pola makan dan istirahat yang cukup adalah fondasi utama.
Bagi Bupati Anton, suara merdu dan hafalan yang matang dari para kafilah hanya akan keluar secara maksimal jika didukung oleh raga yang prima.
”Jaga pola makan, senantiasa hidup sehat. Kita ingin kalian tampil dalam kondisi terbaik. Berikan yang maksimal demi mengharumkan nama Kabupaten Rokan Hulu,” ujar Anton, menatap lekat mata para kafilah yang mendengarkan dengan khidmat.
Namun, yang paling membakar semangat pagi ini adalah sebuah kalimat pembalik logika yang dilontarkan sang Bupati. Sebuah suntikan mental untuk mengusir rasa minder dan gugup yang kerap menghantui para peserta sebelum naik mimbar.
”Mari kita tunjukkan dan berikan yang terbaik pada helatan MTQ ini. Kekalahan itu sebenarnya sudah ada di tangan kita saat ini. Jadi, tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Yang perlu kita perjuangkan sekarang adalah merebut kemenangan itu demi mengharumkan nama daerah kita,” tegas Anton disambut anggukan mantap para kafilah.
Filosofi ini menjadi penegas bahwa para kafilah melangkah ke panggung MTQ ke-XLIV bukan untuk mempertahankan beban, melainkan untuk menjemput piala kemuliaan.
Kunjungan ini bukan hanya tentang hari ini, tetapi juga tentang masa depan. Ada misi besar yang sedang diestafetkan. Rokan Hulu telah resmi bersiap untuk memegang tongkat estafet sebagai tuan rumah helatan MTQ ke-XLV pada tahun 2027 mendatang.
Penampilan gemilang di Kuansing tahun ini akan menjadi fondasi, batu pijakan, sekaligus undangan terbuka bagi kabupaten/kota lain bahwa Rohul tidak hanya siap menjadi tuan rumah yang ramah, tetapi juga kompetitor yang tangguh.
Sebelum roda mobil dinas bupati bergerak meninggalkan Kuansing kembali menuju Pasir Pengaraian, sebuah janji tak tertulis telah terpatri di hati para kafilah Rohul, mereka siap pulang membawa bangga, bersiap menyambut dunia di rumah sendiri tahun depan.


























