Pekanbaru – Pimpinan media online suaramassa.co.id, Arpandi Sarumpaet, mempertanyakan etika dan profesionalisme anggota Balai GAKKUM LHK Sumatera Seksi Wilayah II dalam menjalankan tugas di lapangan. Hal ini berawal dari insiden yang dialaminya pada Minggu 9 Maret 2025 sekira 09.10 wi di jalan lintas timur Desa Dundangan, kecamatan pangkalan kuras, kabupaten Pelalawan Riau.
Saat itu, Arpandi sedang mampir di Bengkel Jaya Motor dundangan untuk membeli peralatan mobilnya yang rusak. Di tempat tersebut, ia melihat keramaian di sekitar sebuah mobil bak hitam yang dikelilingi oleh beberapa orang. Merasa penasaran, Arpandi mencoba memperkenalkan diri sebagai jurnalis dan hendak menanyakan apa yang terjadi.
Namun, respons yang diterimanya justru tidak bersahabat. Salah seorang di lokasi dengan menenteng sebuah senjata Laras panjang menolak berjabat tangan dan menunjukkan sikap yang dianggapnya temperamental. Beberapa orang lainnya kemudian menghampirinya dengan nada mempertanyakan identitasnya. “Kau darimana? Mana ada tampangmu dari media kayak gitu,” ujar salah seorang di antara mereka, sembari meminta kartu pers.
Karena situasi tidak kondusif, Arpandi akhirnya menunjukkan KTA-nya, yang kemudian difoto oleh mereka. Karena terburu-buru dengan urusan mobilnya, ia pun segera meninggalkan lokasi tanpa sempat mengetahui siapa mereka sebenarnya.
Arpandi menyesalkan kejadian tersebut dan menilai bahwa sebagai aparat, anggota GAKKUM tersebut seharusnya menunjukkan etika dan profesionalisme dalam bertugas. “Seharusnya, jika mereka memahami etika dan profesionalisme, mereka akan menyambut baik perkenalan saya agar kami saling mengetahui identitas masing-masing, bukan bersikap seperti itu,” ungkapnya.
Dapat diketahui Kantor Balai GAKKUM LHK Sumatera Seksi Wilayah II beralamat di Jl. HR. Soebrantas No.297D, Sidomulyo Bar., Kec. Tampan, Kota Pekanbaru, Riau 28294.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak terkait mengenai insiden ini.


























