Rokan Hulu- Hall Masjid Islamic Center Pasir Pangaraian menjadi saksi dari sebuah upaya nyata dalam memerangi praktik pungutan liar (pungli) yang merugikan masyarakat.
Kegiatan sosialisasi pencegahan pungli tersebut, yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, berlangsung dengan khidmat pada pukul 01.30 WIB.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Rokan Hulu, Muhammad Zaki S.STP.M.Si, Asisten I Setda Rohul, Fhatanalia Putra, Kepala DPMPD Prasetyo, dan Wakapolres Rohul, serta para kepala Desa Se-Kabupaten Rokan Hulu.
Dalam sambutannya, Sekda Rokan Hulu, Muhammad Zaki, menegaskan pentingnya upaya bersama dalam menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik pungli. Beliau memotivasi peserta dengan mengatakan bahwa budaya anti-pungli yang kuat akan menjadi pilar penting dalam memperkuat integritas dan kredibilitas pemerintah dalam melayani kepentingan rakyat.
“Pemerintah daerah harus menjadi contoh nyata dalam berkomitmen melawan pungutan liar. Dengan demikian, kita tidak hanya menghapuskan praktik yang merugikan masyarakat, tetapi juga membangun kepercayaan yang lebih besar di antara rakyat terhadap lembaga pemerintahan,” ujar Sekda Rokan Hulu, menegaskan komitmennya.
Sementara itu, Asisten I Setda Rohul, Fhatanalia Putra, menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya-upaya preventif dan represif dalam memberantas pungli. “Kami tidak akan berhenti sampai kita melihat perubahan konkret dan nyata dalam perilaku birokrasi. Ini adalah perjuangan bersama untuk keadilan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Kepala DPMPD Prasetyo juga memberikan penekanan serupa, bahwa perang melawan pungli bukanlah tugas satu lembaga atau individu, tetapi sebuah komitmen bersama untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. “Kita semua memiliki peran penting dalam menjaga kejujuran dan integritas dalam menjalankan tugas kita masing-masing,” ujarnya.
Selain penyampaian pesan dari para pejabat, acara ini juga menampilkan sejumlah materi edukasi tentang cara mengidentifikasi, melaporkan, dan mencegah praktik pungli. Para peserta diberikan pemahaman yang lebih dalam tentang hukum yang mengatur pungli serta konsekuensi hukum bagi pelaku pungli.
Kehadiran Wakapolres Rohul dalam acara ini juga menunjukkan komitmen aparat kepolisian dalam mendukung upaya pemerintah daerah dalam memberantas pungli. “Kami akan terus berkolaborasi dengan semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari korupsi serta pungutan liar,” kata Wakapolres.
Diharapkan, melalui sosialisasi pencegahan pungli ini, kesadaran akan pentingnya integritas dan kejujuran dalam pelayanan publik semakin ditingkatkan. Masyarakat diharapkan menjadi bagian aktif dalam melaporkan praktik pungli yang mereka temui, sehingga bersama-sama kita dapat membangun pemerintahan yang lebih bersih dan berintegritas untuk kesejahteraan bersama.


























